Minggu, 11 Mei 2014

cinta rosulullah Nafasku tersekat dalam tangisan Duhai, mengapa nafas tak lepas bersama jeritan Sesudahmu tiada lagi kebaikan dalam kehidupan Aku menangis karena aku takut hidupku akan kepanjangan Kala rinduku memuncak, kujenguk pusaramu dengan tangisan Aku menjerit meronta tanpa mendapatkan jawaban Duhai yang tinggal di bawah tumpukan debu, tangisan memelukku Kenangan padamu melupakan daku dari segala musibat yang lain Jika engkau menghilang dari mataku ke dalam tanah, engkau tidak hilang dari hatiku yang pedih Berkurang sabarku bertambah dukaku setelah kehilangan Khatamul Anbiya Duhai mataku, cucurkan air mata sederas derasnya jangan kautahan bahkan linangan darah Ya Rasul Allah, wahai kekasih Tuhan pelindung anak yatim dan dhuafa Setelah mengucur air mata langit bebukitan, hutan, dan burung dan seluruh bumi menangis Duhai junjunganku, untukmu menangis tiang-tiang Ka’bah bukit-bukit dan lembah Makkah Telah menangisimu mihrab tempat belajar Al-Quran di kala pagi dan senja Telah menangisimu Islam sehingga Islam kini terasing di tengah manusia Sekiranya kau lihat mimbar yang pernah kau duduki akan kau lihat kegelapan setelah cahaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar